Sabtu, 30 Juni 2012

KUNJUNGAN ULANG KEHAMILAN

MAKALAH
ASUHAN KEBIDANAN 1
“KUNJUNGAN ULANG KEHAMILAN”


KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena berkat dan rahmatNya makalah ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Makalah dengan judul “Kunjungan Ulang Kehamilan” ini dibuat dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah Askeb 1.
Penulis menyadari dalam proses penyusunan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar meningkatkan kualitas penulisan makalah selanjutnya. Untuk itu penulis menyampaikan rasa terimakasih kepada setiap pihak yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan makalah ini. Akhirnya semoga Tuhan senantiasa memberkati kita semua.


    Kupang,   Juni  2012


    Penulis


DAFTAR ISI
           hal
KATA PENGANTAR        i
DAFTAR ISI        ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1    Latar Belakang      1
1.2    Rumusan Masalah      1
1.3    Tujuan    2
BAB II PEMBAHASAN
2.1    Pengertian kunjungan ulang    3   
2.2    Tujuan kunjungan ulang    4
2.3    Tindakan yang diberikan      4
BAB III PENUTUP
3.1    Kesimpulan     8
3.2    Saran    8
DAFTAR PUSTAKA 



BAB I
PENDAHULUAN 


1.1 Latar Belakang
Penyebab masalah tingginya AKI dan AKB di indonesia ada dua yaitu penyebab langsung dan tidak langsung. Beberapa penyebab tidak langsung terbagi dalam tiga T yakni terlambat mengambil keputusan, terlambat ke tempat rujukan serta terlambat memberi pertolongan di tempat rujukan. Untuk penyebab langsung kematian ibu di Indonesia, seperti halnya di negara lain adalah perdarahan, infeksi dan eklampsia. Perdarahan dan infeksi sebagai penyebab kematian, sebenarnya tercakup pula kematian akibat abortus terinfeksi dan partus lama. Hanya sekitar 5% kematian ibu disebabkan oleh penyakit yang memburuk akibat kehamilan, misalnya penyakit jantung dan infeksi yang kronis. Demikian juga dengan ibu – ibu yang termasuk dalam lima terlalu yakni terlalu muda, terlalu tua, terlalu banyak, terlalu sering, serta terlalu dekat jaraknya, ini berisiko tinggi terhadap kematian.Berdasarkan hal diatas, maka peranan bidan adalah memberikan pelayanan asuhan manajemen kehamilan dengan menerapkan pelayanan kebidanan yang bermutu tinggi
Seorang ibu hamil membutuhkan informasi tentang kehamilannya , baik ibu yang mengandung dan janin yang ada dalam kandungannyap dan asuhan playanan yang dilakukan merupakan rosedur rutin untuk membina suatu hubungan dalam proses pelayanan pada ibu hamil untuk persiapan persalinan.

    1.2 Rumusan masalah
    a. apa pengertian kunjungan ulang kehamilan
    b. apa tujuan kunjungan ulang kehamilan
    c. apa saja tindakan- tindakan yang dilakukan selama kunjungan ulang kehamilan.
   
1.3 Tujuan
Mengetahui kunjungan ulang kehamilan, tujuan dan tindakan-tindakan yang dilakukan selama kunjungan ulang kehamilan.


BAB II
PEMBAHASAN


2.1     Pengertian kunjungan ulang
Pengertian ANC(Antenatal Care) ANC adalah asuhan yang diberikan untuk ibu sebelum persalinan atau prenatal care.
Kunjungan ulang adalah setiap kali kunjungan antenatal yang dilakukan setelah kunjungan antenatal pertama sampai memasuki persalinan (Varney,1997).
Dalam ANC setidaknya ibu melakukan kunjungan 4 kali selama kehamilan. Kunjungan ulang dilakukan/ dijadwalkan setiap 4 minggu sekali sampai umur 28 minggu. Selanjutnya tiap 2 minggu sekali sampai umur kehamilan 36 minggu dan setiap minggu sampai bersalin
Standar ANC :
Menurut Arifin (1996) Standar Pelayanan ANC meliputi standar 14T, sehingga  Ibu hamil yang datang memperoleh pelayanan yang komprehensif dengan harapan Ante Natal Care dengan standar 14T dapat sebagai daya ungkit pelayanan kehamilandan diharapkan ikut andil dalam menurunkan angka kematian Ibu.
Kebijakan program.
Pelayanan ANC minimal 5T, meningkat menjadi 7T, dan sekarang 12Tsedangkan untuk daerah gondok dan endemik malaria menjadi 14T, yakni:
5T:
a.    Ukur Tinggi Badan / Berat Badan
b.    ukur Tekanan Darah
c.    Ukur Fundus Uterid.
d.    Pemberian Imunisasi Tetanus Toxsiod (TT) Lengkape.
e.    Pemberian Tablet Zat Gizi (Minimal 90 Tablet) Selama Kehamilan
7T:
f.    Test Terhadap Penyakit Menular Seksual / VDRL
g.    Temu Wicara (konseling) Arifin 1996
h.    Test/ Pemeriksaan Hb
i.    Test/ Pemeriksaan Urin Protein
j.    Tes Reduksi Urin
k.    Perawatan Payudara (senam payudara, pijat tekan payudara)
l.    Pemeliharaan tingkat kebudayaan (senam ibu hamil,accu presure)

m.    Terapi Yodium Kapsul (khusus daerah endemik gondok)
n.    Terapi anti malaria (khusus daerah endemis malaria)


2.2     Tujuan
1.    Pendeteksian komplikasi-komplikasi
2.    Mempersiapkan kelahiran dan kegawatdaruratan
3.    Pemeriksaan fisik yang terfokus
Karena banyak riwayat ibu dan pemeriksaan fisik telah lengkap selama kunjungan atenatal pertama, maka kunjungan ulang difokuskan pada pendeteksian komplikasi- komplikasi, mempersiapkan kelahiran dan kegawat daruratan, pemeriksaanfisik yang terfokus dan pengajaran.


2.3     Tindakan - tindakan Pada Kunjungan Ulang
1.     Riwayat kehamilan sekarang
a. Gerak Janin
b. Setiap masalah atau tanda-tanda bahaya
  1. Perdarahan
  2. Nyeri kepala
  3. Gangguanpenglihatan
  4. Bengkak pada muka dan tangan
  5. Gerakkan janin yang berkurang
  6. Nyeri perut yang sangat hebat
c.Keluhan ± keluhan lazim dalam kehamilan
  1. Mual dan muntah
  2. Sakit punggung
  3. Kram kaki
  4. Konstipasi
  5. sering kencing
  6. pigmentasi kulit
d.Perasaan ibu pada kunjungan dan kekhawatiran-kekhawatiran  lain seperti apakah bayi yang dikandungnya sehat dan proses persalinan nanti.

2.    Pemeriksaan fisik
a.    Berat badan
b.    Tekanan darah.
Penelitian membuktikan bahwa pemeriksaan tekanan darah secara rutin merupakan sebuah cara yang efektif untuk mendeteksi pre-eklamsia, suatu kondisi yang membahayakan jiwa
c.    Pengukuran tinggi fundus
menunjukan bahwa perkembangan bayi dapat dimonitor dengan menggunakan pengukuran tinggi fundus.
d.    Palpasi abdomen untuk mendeteksi gestasi ganda (setelah 28 minggu usia kehamilan)
e.   Manuver leopold untuk mendeteksi kedudukan abnormal. Bukti menunjukan bahwa manuver leopold hanya efektif setelah 36 minggu usiakehamilan
  1. Leopold I : Untuk mengetahui tinggi fundus uteri dan bagian yang berada pada bagianfundus.
  2. Leopold II : Untuk mengetahui letak janin memanjang atau melintang, dan bagian janin yangteraba di sebelah kiri atau kanan
  3. Leopold III : Untuk mengetahui bagian janin yang berada di bawah atau presentasi
  4. Leopold IV : Untuk menentukkan apakah bagian bawahjanin sudah masuk panggul ataukah belumf.
f.    Denyut Jantung Janin (DJJ) setelah 18 minggu. Normal DJJ120-160 kali per menit. Apabila kurang dari 120 kali per menit disebut bradikardi. Lebih dari 160 kali per menit disebut tatikardi
g.    Pemeriksaan ekstremitas bawah

3.    Pemeriksaan Laboratorium
Pemeriksaan penunjang laboratorium yang dapat dilakukan pada kunjungan ulang antenatal adalah : Hemoglobin (Hb), hematokrit (Hmt); STS (Serologic test for syphilis) pada trimester III diulang; Kultur untuk gonokokus; Protein urin yang menunjukan bahwa penapisan rutin protein urin merupakan cara efektif mendeteksi pre eklamsia, sutau keadaan, yang membahayakan jiwa.; Gula dalam darah; VDRL


4.    Pemeriksaan obstretik abdomen
  • Observasi adanya jaringan parut atau memar
  • Observasi linea nigra
  • Observasi striae abdomen
  • Penentuan letak, presentasi, posisi, dan jumlah janin
  • Pengukuran tinggi fundus
  • Auskultasi DJJ
  • Perkiraan berat janin
  • Observasi / palpasi gerakan

5.    Pendidikan kesehatan dan persiapan kelahiran serta kegawatdaruratan
  • Memberitahu ibu mengenai ketidaknyamanan normal yang dialami.
  • Menanyakan pada ibu mengenai kondisi nutrisi, tambahan zat besi dan anti tetanus.
  • Ajarkan ibu mengenai (sesuai umur kehamilan), yaitu pemberian ASI, KB, latihan/ olahraga ringan, istirahat, nutrisi.
  • Diskusikan mengenai rencana persalinan kelahiran/ kegawatdaruratan.
  • Ajari ibu tanda bahaya, pastikan ibu memahami apa yang akan dilaksanakan jika menemukan tanda bahaya.


BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Kunjungan kesehatan pada masa kehamilan dilakukan secara berulang- ulang dengan tujuan untuk mengetahui tanda-tanda bahaya pada kehamilan. Kunjungan ulang menyelesaikan masalah-masalah pada kunjungan awal. Dan dilakukan hal-hal sebagai berikut: pemeriksaan riwayat kehamilan sekarang, pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium, Pemeriksaan obstetrik abdomen, pengkajian ulang, pendidikan kesehatan dan persiapan kelahiran serta kegawatdaruratan.

3.2 Saran
Diharapkan kunjungan atau pemeriksaan selama masa hamil dilakukan secara rutin dan ibu hamil harus berkonsultasi segera apabila terjadi suatu keluhan, walaupun belum sampai pada waktu untuk kunjungan ulang yang ditentukan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar